Kelompok Projek Kepemimpinan PPG BK UMK Gelar Open Booth Reading Corner Buku Selayaknya Kita di Alun-Alun Kudus

KUDUS, Selasa (13/10/2026) – Kelompok Projek Kepemimpinan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kegiatan Open Booth Reading Corner buku Selayaknya Kita di Alun-Alun Kudus pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan karya buku parenting kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi, diskusi, serta menerima saran dan masukan dari para pembaca.

Melalui kegiatan ini, kelompok projek menghadirkan reading corner sebagai ruang baca terbuka yang dapat diakses oleh masyarakat yang beraktivitas di kawasan Alun-Alun Kudus. Pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat buku Selayaknya Kita, membaca isi buku, serta memberikan tanggapan terhadap materi dan pesan yang disampaikan di dalamnya.

Buku Selayaknya Kita merupakan karya yang lahir dari Projek Kepemimpinan PPG BK UMK melalui kolaborasi bersama Kelas Menulis. Buku ini mengangkat tema parenting yang diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi orang tua, anak, maupun masyarakat dalam memahami dinamika pengasuhan dan hubungan dalam keluarga.

Tidak hanya berfokus pada pengenalan dan promosi buku, kegiatan Open Booth Reading Corner juga menjadi sarana bagi kelompok projek untuk memperoleh perspektif langsung dari masyarakat. Saran, kritik, dan masukan yang disampaikan pengunjung menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan karya agar semakin relevan dengan kebutuhan pembaca.

Salah satu pengunjung, Mey, mahasiswi UIN Sunan Kudus semester 3, memberikan tanggapan positif terhadap buku Selayaknya Kita. Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi bahan refleksi bagi orang tua maupun anak untuk memahami hubungan dalam keluarga dari sudut pandang yang berbeda.

“Menurut saya, buku Selayaknya Kita bagus untuk menjadi bahan refleksi, baik bagi orang tua maupun anak. Buku ini bisa mengajak kita untuk melihat kembali bagaimana hubungan dalam keluarga terjalin, memahami perasaan satu sama lain, dan menyadari bahwa setiap anggota keluarga memiliki sudut pandang yang perlu didengarkan,” ungkap Mey.

Tanggapan serupa juga disampaikan Indah, salah satu pengunjung yang baru menjalani peran sebagai orang tua. Baginya, buku Selayaknya Kita memberikan inspirasi sekaligus dapat menjadi bekal bagi pasangan yang sedang mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan berkeluarga dan peran sebagai orang tua.

“Ini cukup menginspirasi untuk menjadi bekal bagi pasangan yang akan mempersiapkan diri menjadi orang tua seperti kami,” ungkap Indah.

Kedua tanggapan tersebut menunjukkan bahwa buku Selayaknya Kita dapat menghadirkan perspektif yang relevan bagi pembaca dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Bagi anak muda, buku ini dapat menjadi sarana refleksi untuk memahami hubungan antara orang tua dan anak. Sementara itu, bagi pasangan yang mulai menjalani kehidupan berkeluarga, buku ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk mempersiapkan diri dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Interaksi yang terbangun selama kegiatan turut menjadi kesempatan bagi kelompok projek untuk memperkenalkan pentingnya budaya membaca serta mendekatkan karya literasi kepada masyarakat. Pemilihan Alun-Alun Kudus sebagai lokasi kegiatan diharapkan dapat menjangkau pembaca dari berbagai kalangan melalui pendekatan yang terbuka, santai, dan komunikatif.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Projek Kepemimpinan PPG tidak hanya berorientasi pada penyelesaian produk, tetapi juga pada upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan literasi publik, mahasiswa PPG BK UMK berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat serta menjadikan masukan pembaca sebagai bahan refleksi untuk pengembangan karya selanjutnya.

Dengan terselenggaranya Open Booth Reading Corner, kelompok Projek Kepemimpinan PPG BK UMK berharap buku Selayaknya Kita dapat semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari percakapan masyarakat mengenai parenting. Lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah buku, kegiatan ini menjadi langkah untuk membangun kedekatan antara karya dan pembaca, mendorong budaya literasi, serta mengajak masyarakat untuk terus belajar memahami hubungan dalam keluarga melalui refleksi dan pengalaman bersama.

  • Selayaknya Kita
  • Mahasiswa PPG BK, Universitas Muria Kudus
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!