Cetak Jejak Alami di Totebag, KKN UPGRIS Ajak Siswa SDN 3 Kuripan Berkreasi Lewat Ecoprint

DEMAK, 8 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan seni ramah lingkungan bagi para siswa di SDN 3 Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 ini berfokus pada pembuatan ecoprint, yaitu teknik mencetak motif alami menggunakan dedaunan segar di atas media tas kain (totebag).

Program kerja di bidang pendidikan ini dirancang untuk mengenalkan pemanfaatan bahan alam sekitar sekaligus mengasah kreativitas dan kepedulian lingkungan para siswa sejak dini.

Dalam sesi materi, para siswa diajarkan bahwa ecoprint merupakan teknik menghias kain dengan memanfaatkan bentuk, warna, serta pigmen alami dari tumbuhan. Motif yang dihasilkan berasal dari jejak daun dan bunga yang ditempelkan langsung pada media kain, sehingga setiap hasil karya bersifat unik dan tidak dapat dibuat sama persis.

Penanggung Jawab (PJ) Kegiatan KKN UPGRIS, Nadya Meila, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak sekolah dasar.

“Melalui kegiatan ecoprint ini, kami ingin mengajak adik-adik di SDN 3 Kuripan untuk belajar memanfaatkan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan pewarna sintetis, pencetakan motif daun pada totebag ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas seni tekstil sekaligus kesadaran menjaga kelestarian alam sejak dini,” ujar Nadya Meila.

Selama praktik berlangsung, para siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah pembuatan ecoprintmenggunakan teknik memukul (pounding):

  1. Persiapan Alat dan Bahan: Menyiapkan media totebag berbahan serat alami (katun), dedaunan segar (seperti daun jati, jarak, atau ketapang), palu kayu, serta plastik pelapis.
  2. Penyusunan Motif: Para siswa menyusun dedaunan segar di atas permukaan totebag sesuai dengan desain dan kreasi yang diinginkan.
  3. Pencetakan Pigmen (Pounding): Bagian atas daun ditutupi dengan kain atau plastik pelapis, kemudian dipukul perlahan menggunakan palu kayu hingga warna dan serat daun menempel sempurna pada kain totebag.
  4. Pelepasan dan Pengeringan: Setelah proses pemukulan selesai, plastik dan daun dilepaskan secara perlahan, lalu tas dijemur hingga kering di tempat yang teduh agar warna alami yang dihasilkan tetap stabil.

Kegiatan ditutup dengan pameran hasil karya totebag buatan para siswa. Setiap tas menghasilkan cetakan jejak daun yang eksklusif dan memiliki nilai seni tinggi.

Melalui pelatihan praktis ini, tim KKN UPGRIS berharap para siswa SDN 3 Kuripan tidak hanya membawa pulang totebag buatan sendiri, tetapi juga memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana serta potensi peluang usaha kreatif berbasis bahan alami di masa depan.

  • Mahasiswa KKN UNIVERSITAS PGRI Semarang, Kelompok 29
  • UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!