DUKUNG POTENSI LOKAL, KKN UPGRIS KELOMPOK 9 BELAJAR PRODUKSI DAN RANCANG LOGO UMKM ES DAWET LIDAH BUAYA

penyerahan logo

KABUPATEN SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 9 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa. Kali ini, tim KKN melakukan pendampingan inovatif pada UMKM es dawet lidah buaya milik Ibu Artati di Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada hari kamis , 20 Agustus 2026

Kunjungan mahasiswa ke lokasi produksi tersebut tidak sekadar untuk melakukan observasi. Tim KKN UPGRIS terjun langsung untuk belajar dan mempraktikkan tahapan pembuatan es dawet lidah buaya bersama sang pemilik usaha. Para mahasiswa diajarkan proses pengolahan secara detail, mulai dari teknik mengupas kulit lidah buaya yang tepat, mencuci bersih bagian dalam atau daging lidah buaya untuk menghilangkan lendir, hingga proses perebusan yang higienis agar siap disajikan.

Selain mempelajari proses produksi, tim KKN juga memberikan sentuhan digitalisasi pemasaran dengan merancangkan desain logo khusus untuk UMKM tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan identitas visual (branding) yang kuat pada produk dagangan Ibu Hartatik.

Perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Betty Oktaviana Tejowati , menjelaskan bahwa pembuatan logo ini adalah solusi praktis untuk meningkatkan daya tarik produk lokal di mata konsumen.

“Dawet lidah buaya ini adalah inovasi produk yang sangat unik, menyegarkan, dan sehat. Kami mendesainkan logo agar kemasan produk Ibu Hartatik terlihat lebih profesional dan mudah dikenali oleh pembeli. Harapannya, produk lokal Bergas Lor ini bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan bersaing di pasaran yang lebih luas,” paparnya.

Inisiatif dan bantuan dari tim KKN ini disambut hangat oleh pelaku usaha. Ibu Hartatik selaku pemilik UMKM es dawet lidah buaya merasa sangat terbantu, baik dari segi tenaga saat produksi maupun ide kreatif pemasarannya.

“Saya sangat senang adik-adik KKN mau mampir, belajar bareng, dan bantu-bantu mengolah lidah buayanya. Apalagi saya juga dibuatkan logo. Selama ini jualan saya belum ada gambarnya yang khas, jadi dengan logo baru ini semoga pelanggan makin gampang ingat dan dawet saya makin laris,” ungkap Ibu Hartatik dengan antusias.

Melalui pendampingan menyeluruh dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran) ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kemandirian ekonomi pelaku UMKM di Kelurahan Bergas Lor dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

  • Rizki Darmawan Saputra
  • Mahasiswa KKN UPGRIS kelompok 9 Bergas Lor
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!