KKN Tim II Undip di Desa Jendi Garap Kesehatan, Administrasi, dan Edukasi Anak Sekaligus

Selama masa penugasan di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro tidak hanya fokus pada satu bidang. Mereka menjalankan tiga program sekaligus: mendampingi Posyandu, membantu administrasi di kantor desa, dan mengajar anak-anak SD. Ketiganya dipilih bukan tanpa alasan, tapi berdasarkan apa yang benar-benar dibutuhkan warga setelah mahasiswa turun langsung mengamati kondisi desa.

Di bidang kesehatan, mahasiswa ikut membantu jalannya Posyandu di dua dusun ,Dusun Jetak pada 1 Agustus 2026 dan Dusun Ngelo sepekan setelahnya, 8 Agustus. Tugasnya cukup teknis: menimbang berat badan, mengukur tumbuh kembang anak, sampai membagikan vitamin. Sederhana memang, tapi dari situ mahasiswa jadi tahu langsung bagaimana pelayanan kesehatan dasar berjalan di level desa, sekaligus punya kesempatan mengobrol dan berinteraksi dengan warga.

Di kantor desa, mahasiswa membantu perangkat desa mengurus berbagai keperluan administrasi. Karena semua dikerjakan mengikuti arahan langsung dari perangkat desa, mahasiswa jadi paham bagaimana proses pelayanan pemerintahan desa sebenarnya berjalan termasuk soal ketelitian, kerapian dokumen, dan koordinasi antarpihak yang ternyata tidak sesederhana kelihatannya.

Program yang paling banyak makan waktu justru di bidang pendidikan. Setiap minggu, mahasiswa mengajar di SD Negeri 2 Jendi. Sebelum mulai, mereka lebih dulu survei ke lapangan untuk tahu apa yang sebenarnya jadi masalah di sekolah itu. Hasilnya cukup mengejutkan: masih ada indikasi bullying di lingkungan sekolah, dan banyak siswa yang enggan makan sayur dan buah. Ini bahkan kelihatan dari sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menu sayur dan buahnya sering tidak habis.

Dari temuan itu, mahasiswa menyusun tiga materi ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa kelas 1 sampai 6:

Pertama, “Say No to Bullying” pada 24 Juli 2026, membahas apa itu bullying, dampaknya, dan pentingnya membuat lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.

Kedua, “Hidup Sehat” pada 31 Juli, membahas mengenai pentingnya makan bergizi sayur, buah, ikan, sampai kebiasaan cuci tangan yang benar untuk mencegah penyakit. Tidak hanya menjelaskan materi, namun juga mengadakan lomba mewarnai dan membuat poster. 

Ketiga, “Mitigasi Bencana” pada 7 Agustus. Materi ini disiapkan khusus mengingat Desa Jendi termasuk wilayah rawan longsor dan kebakaran. Beda dari dua sesi sebelumnya yang di kelas, sosialisasi ini sengaja digelar di ruang terbuka supaya siswa lebih paham konteksnya, termasuk belajar mengenali tempat aman saat darurat terjadi.

Agar kegiatan lebih menarik, dalam proses mengajar mahasiswa tidak hanya berfokus dengan konten bahan ajarnya namun juga hadiah yang diberikan kepada siswa-siswi SD 2 Jendi setiap kali mengadakan kegiatan. Tujuannya adalah agar siswa lebih bersemangat dan serius dalam mendengarkam pemateri dan meningkatkan antusiasme mereka. 

Untuk mahasiswa KKN Tim II Undip, rangkaian kegiatan ini menjadi ajang menerapkan ilmu langsung ke masyarakat. Karena semuanya disusun berdasarkan survei dan pengamatan lapangan, harapannya manfaat yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan Desa Jendi dan bisa terus dipraktikkan warga maupun siswa setelah program KKN selesai.

Penulis: Diva Ayu Adiningtyas

Lokasi: Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri

Program: KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026

  • Diva Ayu Adiningtyas
  • Mahasiswa Program Studi Antropologi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!