Kenalkan Gizi Seimbang Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Anak RA Nurul Hikmah Belajar Sambil Bermai

Banyurip, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan “Pelaksanaan Edukasi PHBS, Gizi Seimbang, dan Pembelajaran Sains-Matematika Interaktif bagi Anak Usia Sekolah di Desa Banyurip” di RA Nurul Hikmah, Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 dengan sasaran utama anak-anak RA Nurul Hikmah sebagai upaya mengenalkan pentingnya pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sejak usia dini.

Masa anak-anak merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sehingga pemenuhan kebutuhan gizi perlu diperhatikan sejak dini. Pengetahuan mengenai makanan bergizi juga perlu diperkenalkan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar dapat dipahami oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan optimal.

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa ke-3, yaitu Desa Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi kesehatan dan gizi kepada anak-anak. Pengenalan makanan bergizi serta sumber protein sejak dini diharapkan dapat membangun kesadaran mengenai kebiasaan makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga memiliki keterkaitan dengan SDGs Desa ke-2, yaitu Desa Tanpa Kelaparan, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pemenuhan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai gizi seimbang, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta sumber protein hewani dan nabati yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai contoh makanan, seperti telur, ikan, daging, susu, tahu, tempe, dan berbagai sumber pangan lainnya. Penjelasan diberikan dengan bahasa yang sederhana agar sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman peserta didik.


Agar kegiatan tidak berlangsung secara monoton, edukasi dilakukan dengan memanfaatkan media gambar, contoh bahan pangan, dan permainan edukatif. Anak-anak diajak mengenali makanan melalui gambar dan benda nyata, kemudian diberikan pertanyaan sederhana untuk mengetahui pemahaman mereka. Pendekatan interaktif tersebut membuat peserta didik lebih aktif mengikuti kegiatan dan berani menjawab pertanyaan yang diberikan.

Selain mengenalkan sumber protein hewani dan nabati, peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat konsumsi makanan bergizi bagi pertumbuhan. Anak-anak diarahkan untuk memahami bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari memiliki peran dalam menjaga tubuh tetap sehat, membantu pertumbuhan, dan mendukung aktivitas mereka. Materi mengenai gizi juga dikaitkan dengan kebiasaan hidup bersih sehingga anak-anak memperoleh pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga oleh perilaku sehari-hari.

Kegiatan edukasi gizi seimbang di RA Nurul Hikmah berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta didik. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan, terutama ketika materi disampaikan menggunakan gambar, contoh bahan pangan, dan permainan. Penggunaan media tersebut membantu peserta mengenali berbagai jenis makanan bergizi dengan lebih mudah serta meningkatkan partisipasi mereka selama kegiatan berlangsung.


Salah satu guru yang terlibat dalam kegiatan menyampaikan apresiasinya terhadap edukasi yang diberikan kepada anak-anak.

“Anak-anak terlihat senang mengikuti kegiatan karena penyampaiannya tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga menggunakan gambar dan contoh makanan. Mereka jadi lebih mudah mengenali makanan bergizi dan mengetahui bahwa makanan seperti telur, ikan, tahu, dan tempe penting untuk pertumbuhan,” ujar salah guru di RA Nurul Hikmah.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menyebutkan contoh makanan bergizi, tetapi juga mulai memahami pentingnya memilih dan mengonsumsi makanan yang sehat. Pengenalan sumber protein hewani dan nabati yang berasal dari lingkungan sekitar juga diharapkan dapat membantu anak-anak mengenali bahwa makanan bergizi dapat diperoleh dari bahan pangan yang dekat dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Salsabila Afriza Bahar, mahasiswa Program Studi Peternakan, Universitas Diponegoro, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan menggabungkan materi gizi, media visual, contoh bahan pangan, dan permainan edukatif, kegiatan diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi peserta didik.

Pelaksanaan edukasi pada 13 Agustus 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran mengenai pola hidup sehat dan gizi seimbang sejak dini di Desa Banyurip. Pengetahuan yang diperoleh anak-anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan turut mendapat dukungan dari keluarga serta lingkungan sekolah sehingga kebiasaan hidup sehat dapat terbentuk secara berkelanjutan.

Penulis : Salsabila Afriza Bahar
Pembimbing : Hafidh Khoerul Fata, M.Si.

  • SALSABILA AFRIZA BAHAR
  • Mahasiswa Program Studi Peternakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!