Pemeriksaan instalasi listrik, stop kontak, kabel terbuka, dan pencahayaan rumah disertai edukasi keselamatan listrik pada keluarga berisiko stunting melalui home visit.

Mahasiswa KKN melakukan pemeriksaan instalasi listrik rumah melalui kegiatan *home visit*, meliputi pemeriksaan kondisi stop kontak, kabel terbuka, dan pencahayaan rumah, sekaligus memberikan edukasi keselamatan listrik kepada keluarga. Kegiatan ini menyasar 10 keluarga dengan anak yang teridentifikasi stunting sebagai upaya menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman dan nyaman.

Mahasiswa KKN Edukasi Keselamatan Listrik bagi Keluarga Berisiko Stunting di Desa Jimus untuk Wujudkan Hunian Aman dan Nyaman

Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 1 melalui kegiatan home visit kepada keluarga yang memiliki anak teridentifikasi stunting di Desa Jimus. Kegiatan ini mengintegrasikan pemeriksaan kondisi kelistrikan rumah dengan edukasi keselamatan listrik sebagai salah satu upaya menciptakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman bagi keluarga sasaran.

Kegiatan dilaksanakan pada 10 keluarga sasaran. Pelaksanaan diawali dengan wawancara singkat mengenai penggunaan dan kondisi instalasi listrik di masing-masing rumah. Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi menggunakan checklist untuk memeriksa kondisi stop kontak, kabel, terminal listrik, MCB, serta kecukupan pencahayaan pada beberapa ruang rumah. Pemeriksaan sederhana juga dilakukan untuk mengetahui kondisi dan fungsi komponen listrik yang dapat diperiksa secara aman tanpa melakukan tindakan pada instalasi yang berisiko.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian, antara lain penggunaan komponen listrik yang kurang sesuai, kabel yang berpotensi membahayakan, penggunaan terminal listrik yang kurang tepat, serta pencahayaan yang masih perlu diperbaiki pada beberapa bagian rumah. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam pemberian edukasi kepada keluarga sasaran.

Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman, cara mengenali tanda-tanda gangguan listrik, pencegahan korsleting dan kebakaran akibat listrik, penggunaan MCB, keamanan stop kontak dan terminal listrik, serta pentingnya menjaga pencahayaan rumah agar tetap memadai. Materi edukasi disampaikan secara sederhana dan disesuaikan dengan kondisi instalasi serta tingkat pemahaman masing-masing keluarga.

Melalui kegiatan ini, keluarga sasaran tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kondisi kelistrikan rumah, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai potensi bahaya listrik dan langkah-langkah sederhana untuk mencegah terjadinya gangguan maupun kecelakaan listrik. Kegiatan home visit diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga dalam menjaga keamanan instalasi listrik sebagai bagian dari upaya menciptakan hunian yang lebih aman dan nyaman.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa memberikan leaflet edukasi keselamatan listrik kepada setiap keluarga sasaran. Leaflet tersebut memuat informasi mengenai pemeriksaan kondisi listrik rumah, tanda-tanda gangguan listrik, penggunaan MCB, keamanan stop kontak dan terminal listrik, serta pentingnya pencahayaan yang cukup. Media tersebut diharapkan dapat dibaca kembali oleh keluarga sehingga pengetahuan yang diperoleh selama home visit dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Keluarga juga dianjurkan untuk segera menghentikan penggunaan komponen listrik yang rusak atau berpotensi membahayakan serta melakukan perbaikan melalui pihak yang memiliki kompetensi apabila ditemukan permasalahan pada instalasi listrik. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran keselamatan listrik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan rumah yang lebih aman bagi keluarga sasaran.

  • Mochamad Dias Firmansyah
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Listrik Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!