Penyediaan Plang Titik Kumpul sebagai Sarana Kesiapsiagaan Evakuasi Gempa Bumi bagi Warga Desa PringanomPenyediaan Plang Titik Kumpul sebagai Sarana Kesiapsiagaan Evakuasi Gempa Bumi bagi Warga Desa Pringanom
SRAGEN, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong penguatan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa melalui program edukasi dan penyediaan sarana mitigasi sederhana bagi warga.
Salah satunya diwujudkan melalui program “Penyediaan Plang Titik Kumpul sebagai Sarana Kesiapsiagaan Evakuasi Gempa Bumi” di Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, sebagai bagian dari program kerja Multidisiplin 2 bertema Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana bagi Masyarakat Desa.
Kegiatan tersebut menyasar warga Desa Pringanom secara umum, termasuk perangkat desa dan pengurus lingkungan setempat. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, sekaligus menyediakan penanda arah berupa titik kumpul di lapangan Dukuh Sari.
Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi minimnya kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana gempa bumi. Berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN-R UNDIP, sebagian besar warga Desa Pringanom belum mengetahui tempat titik kumpul yang aman dan dituju apabila terjadi gempa bumi.
Muhammad Dhiya Nabiqhoh Rochman, mengatakan program tersebut disusun agar warga memiliki panduan yang jelas dan mudah dipahami saat menghadapi kondisi darurat gempa bumi.
“Selama ini warga belum punya penanda yang jelas soal ke mana harus mengungsi kalau terjadi gempa. Lewat pemasangan plang ini, kami berharap warga jadi lebih siap dan tahu langkah yang harus diambil, sehingga risiko korban bisa diminimalkan,” ujarnya.
Program KKN-R UNDIP di Desa Pringanom ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Keberadaan plang jalur evakuasi dan titik kumpul diharapkan dapat menjadi sarana mitigasi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga Desa Pringanom dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi di masa mendatang.
- Muhammad Dhiya Nabiqhoh Rochman
- Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, Universitas Diponegoro
- Setuju





