Mahasiswa KKN Bersama Warga Bahas Infrastruktur Kandang Ternak Skala Rumahan

Pringanom, Masaran – Peternakan skala rumahan menjadi salah satu kegiatan yang masih dijalankan oleh masyarakat Desa Pringanom. Keberadaan ternak tidak hanya menjadi sumber pemenuhan kebutuhan keluarga, tetapi juga berpotensi mendukung perekonomian rumah tangga. Namun, kegiatan tersebut masih menghadapi persoalan pada aspek infrastruktur kandang yang belum seluruhnya dirancang secara optimal.

Mahasiswa KKN bersama warga kemudian melakukan kegiatan berbagi informasi dan diskusi mengenai infrastruktur kandang ternak skala rumahan. Pembahasan diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti pemilihan lokasi kandang, ukuran dan tata letak, konstruksi, sirkulasi udara, pencahayaan, drainase, serta pengelolaan limbah ternak.

Infrastruktur kandang sering kali dianggap sebagai persoalan sederhana karena pembangunan dilakukan dalam skala kecil. Padahal, kandang yang tidak memperhatikan aspek teknis dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kondisi ternak yang kurang nyaman, meningkatnya risiko penyakit, hingga munculnya bau dan limbah yang mengganggu lingkungan sekitar. Karena itu, skala rumahan tidak berarti aspek perencanaan dapat diabaikan.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan sudut pandang teknis, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kondisi yang dihadapi warga. Hal ini penting karena kebutuhan setiap peternak berbeda, baik dari jenis ternak, luas lahan, ketersediaan material, maupun kemampuan biaya pembangunan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong adanya perhatian yang lebih besar terhadap kualitas infrastruktur dalam peternakan skala rumahan. Perencanaan kandang yang sederhana namun tepat diharapkan dapat membantu masyarakat menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih sehat, aman, efisien, dan tetap selaras dengan kondisi permukiman.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan peternakan tidak hanya berkaitan dengan ternak dan pakan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang layak. Dengan menggabungkan pengetahuan teknis dan pengalaman masyarakat, pengembangan kandang skala rumahan dapat dilakukan secara lebih realistis dan berkelanjutan.

  • RIO ANANDA PUTRA
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!