Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Mahasiswa KKN Undip Kembangkan Briket sebagai Produk Bernilai Ekonomi
Desa Pringanom, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah – Sekam padi yang selama ini hanya menumpuk sebagai sisa penggilingan gabah kini mendapat peran baru di Desa Pringanom, Kabupaten Sragen. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro tahun 2026 mengembangkan sekam padi menjadi briket, bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding kayu bakar. Program ini menjadi salah satu proker multidisiplin unggulan tim, mencakup pengembangan identitas produk berupa logo dan kemasan, sosialisasi kepada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), hingga penyusunan buku panduan produksi.
Ide pemanfaatan sekam padi ini bermula dari pengamatan tim terhadap kondisi Desa Pringanom yang mayoritas warganya bergantung pada sektor pertanian. Setiap musim panen, sekam padi dihasilkan dalam jumlah besar, namun sebagian besar hanya dijadikan pakan ternak atau dibiarkan menumpuk tanpa pengolahan lebih lanjut. Melihat kondisi tersebut, tim KKN Undip mencoba mengubah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Merancang Wajah Produk: Logo, Kemasan, dan Branding
Selain fokus pada aspek teknis pembuatan briket, salah satu tim KKN juga menaruh perhatian pada aspek pemasaran produk. Sebuah logo dirancang untuk mencerminkan konsep keberlanjutan dan asal-usul produk sebagai hasil olahan pertanian lokal, sementara desain kemasan disusun agar produk terlihat rapi dan layak dijual apabila nantinya dikembangkan lebih lanjut oleh warga.
Sejauh ini, produk masih dikenalkan dengan sebutan umum “Briket Sekam Padi” tanpa nama merek dagang tertentu. Tim sengaja belum menetapkan nama merek khusus karena inovasi ini masih berada pada tahap awal perkenalan kepada masyarakat. Nama merek yang lebih spesifik direncanakan menyusul setelah produk mendapat tanggapan dan masukan yang cukup dari warga maupun calon pengguna.
Sebagai tindak lanjut dari pengembangan produk, tim KKN Undip menggelar sosialisasi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pringanom. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep dan manfaat briket sekam padi secara langsung kepada petani yang selama ini menjadi penghasil utama bahan baku tersebut.
Dalam sosialisasi, mahasiswa memaparkan proses pembuatan briket secara sederhana dan mendemonstrasikan tahapannya di hadapan peserta. Kemudian, sosialisasi dilanjutkan dengan pembahasan branding kemasan dan strategi pemasaran kedepannya. Diskusi berjalan cukup hidup dengan sejumlah peserta menanyakan soal ketahanan briket, kelayakan produksi dalam skala lebih besar, serta kemungkinan pemasarannya ke depan.
- Fiorella Luthfi Sabrina
- Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro
- Setuju






