Mahasiswi Prodi Kesehatan Masyarakat KKN UNDIP Edukasi Kader Posyandu Desa Dawungan tentang Manfaat dan Keamanan Konsumsi Kombucha bagi Kesehatan
SRAGEN — Mahasiswi Kesehatan Masyarakat KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) TA 2025/2026 memberikan edukasi kepada kader Posyandu Desa Dawungan mengenai manfaat dan keamanan konsumsi kombucha bagi kesehatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program multidisiplin yang turut disertai dengan demonstrasi pembuatan kombucha.
Dalam edukasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan kombucha sebagai minuman hasil fermentasi yang dapat menjadi salah satu alternatif minuman dalam mendukung pola hidup sehat, terutama sebagai pilihan dibandingkan dengan minuman kemasan tinggi gula. Kader Posyandu juga diberikan informasi mengenai potensi kombucha dalam mendukung kesehatan pencernaan.
Selain manfaat bagi kesehatan, mahasiswa menekankan pentingnya konsumsi secara bijak. Kombucha tidak dikonsumsi secara berlebihan dan bukan merupakan obat maupun pengobatan untuk penyakit tertentu, termasuk diabetes. Edukasi mengenai kelompok yang perlu berhati-hati dalam mengonsumsi kombucha, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, turut disampaikan sebagai bagian dari aspek keamanan.
Kader Posyandu dipilih sebagai sasaran karena memiliki peran sebagai penggerak informasi kesehatan di masyarakat. Melalui edukasi ini, kader diharapkan dapat meneruskan informasi mengenai pilihan minuman yang lebih sehat kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Kegiatan mendapat feedback, “dapet ilmu baru mba tentang kombucha sebagai minuman yang jauh lebih sehat, tapi juga jadi PR edukasi ke masyarakat soalnya tadi waktu coba kombucha baunya emang agak asem jadi itu masih jadi hal yang baru untuk masyarakat,” Ujar salah satu kader Posyandu yang mengikuti kegiatan.
Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup yang mendukung kesehatan.
- Inneke Ainun Afifah
- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro
- Setuju






