MAHASISWA KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO KEMBANGKAN POTENSI KACANG METE MENJADI SARI KACANG METE UNTUK DUKUNG GIZI DAN UMKM DESA KERJO LOR, WONOGIRI

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro bersama kader Posyandu Desa Kerjo Lor dalam penyerahan poster edukasi sebagai luaran program diversifikasi olahan sari kacang mete untuk mendukung pemenuhan gizi balita.

WONOGIRI, 18 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Desa Kerjo  Lor dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Pencegahan Stunting Melalui Diversifikasi Pangan Olahan Sari Kacang Mete sebagai Pemberian Makanan Tambahan dan Pemberdayaan UMKM kacang mete Desa Kerjo Lor yang bertempat di Posyandu Dusun Tukluk, Jatimerto, dan Ketonggo, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, pada Hari Rabu, 12 Agustus 2026, serta Jumat–Sabtu, 14–15 Agustus 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan kurangnya pemenuhan gizi pada balita dan minimnya inovasi pangan pada sektor UMKM Kacang Mete. Dengan menyasar ibu-ibu balita dan ibu-ibu Kader Posyandu serta pelaku UMKM, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta keterampilan praktis dalam pembuatan olahan sari kacang mete berbentuk susu mete dan juga pemahaman akan kandungan gizi dari kacang mete.

Ibu Muji selaku Kader Posyandu Tunas Harapan menyampaikan bahwa program ini merupakan inovasi baru dari kacang mete yang sebelumnya hanya berbentuk camilan ternyata memiliki kandungan yang bagus untuk balita. “Yang kami dengar dari ibu-ibu Kader dan ibu-ibu balita yang pertama itu inovasi banget, karena baru kali ini potensi yang ada di Desa kami khususnya mete itu bisa dikembangkan menjadi produk lain yang lebih bermanfaat tentunya untuk pemenuhan gizi dari balita” ujarnya saat diwawancarai setelah acara sosialisasi berakhir.

Bapak Suryo selaku pelaku UMKM CV. Lulus Tani turut menyampaikan apresiasi terhadap diversifikasi produk dalam bentuk susu mete atau cashew milk bagi UMKM di Desa Kerjo Lor. “Kami berterima kasih sekali karena di Desa Kerjo Lor khususnya di Dusun Tukluk ini potensi lokalnya adalah produk mete dan kemudian dapat dikembangkan menjadi produk baru yaitu susu mete atau cashew milk. Kami berterima kasih sekali karena adanya temen-temen KKN, adik-adik KKN ini bisa memberikan edukasi kepada kami masyarakat di Desa Kerjo Lor khususnya di Dusun Tukluk terkait pengolahan diversifikasi produk mete menjadi cashew milk atau susu mete, selain itu dengan manajemen rantai pasok kemudian terkait dengan aplikasi pencatatan, terkait dengan usaha kami (UMKM Kacang Mete) khususnya masyarakat di Dusun Tukluk ini yang rata-rata berusaha di bidang mete.”

Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi 2, kegiatan untuk Posyandu dan kegiatan untuk UMKM. Pelaksanaan kegiatan di UMKM diawali dengan pemaparan pentingnya pendaftaran HAKI terutama Merek Dagang sebagai upaya perlindungan hukum bagi UMKM, dilanjutkan dengan pemaparan aplikasi pencatatan kegiatan usaha UMKM seperti stok bahan, barang jadi, dan total penjualan, selanjutnya pemaparan terkait product knowledge atau struktur pengetahuan yang memungkinkan produsen untuk menjelaskan fakta produk kepada konsumen melalui label kemasan, kemudian diadakan pendampingan penyusunan analisis biaya-manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan diversifikasi produk sari kacang mete, dan diakhiri dengan demonstrasi pembuatan sari kacang mete yang melibatkan audiens pelaku UMKM. Warga tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Pelaksanaan kegiatan pada Posyandu dibuka dengan kegiatan taste-testing yang bertujuan untuk memperkenalkan warga masyarakat dengan rasa dan aroma dari
susu kacang mete ini. Sembari mencicipi susu kacang mete, audiens diajak untuk mengenali kandungan gizi yang ada pada kacang mete dan manfaat dari mengonsumsi susu kacang mete bagi ibu hamil, ibu balita, balita, dan juga lansia. Dilanjutkan dengan pemaparan materi sejarah lokal Desa Kerjo Lor sebagai upaya pengenalan inovasi produk sari kacang mete yang dibuat. Kegiatan ditutup dengan pemaparan materi pentingnya memadukan protein nabati dari sari kacang mete dan protein hewani dari ikan segar dalam rangka pemenuhan gizi balita.

Kepala Desa Kerjo Lor, Ibu Laura Isabella, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi nyata dari para mahasiswa. “…yang mana program kerja tersebut sangat membantu kami, yang salah satunya juga ada program unggulannya untuk sari kacang mete yang bisa diterapkan dalam posyandu kami untuk pengentasan stunting karena memang di Desa Kerjo Lor ini masih ada anak-anak stunting yang perlu program-program seperti yang diberikan oleh adik-adik KKN TIM II ini”.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan luaran program berupa poster edukasi kepada kader Posyandu, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Penulis/Reporter: Rahadian Akmal Asshidiqi dan Nur Laili
Fotografer: Shabrina Zata Amani dan Raffa Rajendra Shidqie Aldeva 
Kontak Media Kelompok: instagram @cerita.kerjolor

  • Nur Laili
  • Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!