Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Tata Pojok Baca, Hadirkan Ruang Literasi Ramah Anak di Desa Ampelgading
PEMALANG, 19 Agustus 2026. —
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi meluncurkan program “Pojok Baca” anak di Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (8/8) kemarin. Program ini hadir sebagai respons atas terbatasnya akses pendidikan nonformal dan sarana belajar bagi anak-anak di desa tersebut, sekaligus menjadi upaya strategis dalam mendukung budaya literasi sejak usia dini sebagai bagian dari pengentasan kemiskinan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tim II UNDIP Desa Ampelgading yang terdiri dari Ahmad Dzaky Pertika, Asy Syifa Febianne, Gabriella Cahya Kasih, Hanin Atikah Hasna, Jakti Feri Anto, Keisya Ghefira Putri Nugroho, Marsyanda Fara Islami, Mayang C. Halid, Tsuraya Olivia, serta Surya Fazle Mawlana sebagai koordinator desa.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemerintah desa, Desa Ampelgading saat ini hanya memiliki satu bimbingan belajar matematika yang dikelola secara mandiri oleh seorang sarjana. Kondisi ini belum mampu memenuhi kebutuhan belajar anak-anak secara menyeluruh. Selain itu, belum tersedia sarana belajar yang dapat dimanfaatkan secara bebas oleh anak-anak untuk membaca, belajar, dan mengembangkan minat literasi di luar jam sekolah.
Menjawab kondisi tersebut, Hanin Atikah Hasna mengusung tema “Penataan Koleksi Buku dan Desain Layout Pojok Baca sebagai Upaya Menciptakan Ruang Literasi yang Nyaman dan Menarik bagi Anak.” Program ini bertujuan menyediakan ruang belajar yang nyaman dan mudah diakses oleh anak-anak, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca melalui berbagai kegiatan literasi yang menarik.
Program diawali dengan survei kebutuhan dan koordinasi bersama perangkat desa untuk menentukan lokasi yang paling strategis sebagai tempat pojok baca. Selanjutnya dilakukan pengumpulan, seleksi, dan penataan buku bacaan serta media edukatif yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak sekolah.
Pojok baca ditata agar menjadi ruang belajar yang nyaman, menarik, dan ramah anak. Selain menyediakan koleksi buku, dilakukan pula penyusunan media pembelajaran sederhana seperti poster edukatif, permainan literasi, serta bahan bacaan interaktif untuk meningkatkan ketertarikan anak dalam membaca.
Selain penataan koleksi buku, dilakukan pula pembuatan desain layout atau tata letak Pojok Baca dengan menyesuaikan kondisi dan ukuran lokasi yang tersedia. Penempatan rak atau tempat buku serta area membaca diatur agar dapat memanfaatkan ruang secara optimal. Perancangan ini ditujukan untuk menciptakan susunan ruang yang terstruktur, nyaman digunakan, serta mendukung aktivitas membaca anak-anak.
“Melalui penataan koleksi buku dan desain tata letak yang lebih terstruktur, kami berharap Pojok Baca dapat menjadi ruang yang nyaman dan menarik bagi anak-anak. Buku yang tersusun berdasarkan jenis dan tema juga diharapkan dapat memudahkan anak-anak dalam menemukan bacaan yang sesuai dengan minat mereka,” ujar Hanin Atikah Hasna sebagai pelaksana program.
Kegiatan penataan koleksi buku dan pembuatan desain layout Pojok Baca telah terlaksana dengan baik. Hasil desain tata letak juga dapat diterapkan dengan menyesuaikan kondisi lokasi yang tersedia sehingga Pojok Baca memiliki susunan yang lebih rapi, terstruktur, nyaman, dan mudah diakses.
Secara keseluruhan, program ini telah mencapai tujuan yang ditetapkan, yaitu menciptakan Pojok Baca yang tertata dengan baik serta menyediakan bahan bacaan yang beragam sebagai sarana untuk mendukung peningkatan minat dan kebiasaan membaca anak-anak. Keberadaan Pojok Baca diharapkan mampu meningkatkan minat baca serta kebiasaan belajar anak melalui penyediaan fasilitas belajar yang mudah diakses. Pojok baca juga diharapkan menjadi media pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitas anak.
Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu membentuk budaya membaca sejak usia dini, meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Ampelgading, memperluas kesempatan belajar anak, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih berpengetahuan dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Penulis/Reporter: Hanin Atikah Hasna
Fotografer: Tsuraya Olivia, Ahmad Dzaky Pertika
Kelompok KKN: kkn.ampelgading26@gmail.com
- Hanin Atikah Hasna
- Mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Universitas Diponegoro
- Setuju






