Mahasiswa KKN Undip Buat Peta Potensi dan Identitas Kawasan Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari

Sukoharjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari Jurusan Arsitektur melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pemetaan Potensi Fisik dan Identitas Kawasan Desa Grajegan Berbasis Peta Informasi” di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan survei lapangan dilaksanakan pada 20–24 Juli 2026, dan hasil program diserahkan kepada perangkat Desa Grajegan dalam bentuk booklet pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Program ini berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa Desa Grajegan sebenarnya memiliki berbagai potensi fisik dan identitas kawasan yang cukup kaya, mulai dari situs bersejarah, fasilitas pemerintahan, hingga fasilitas publik lainnya. Namun, potensi-potensi tersebut belum tersaji dalam bentuk informasi visual yang komunikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun pihak luar.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Undip menginisiasi pembuatan peta potensi desa sebagai upaya untuk memvisualisasikan sebaran titik-titik penting di Desa Grajegan, sesuai dengan latar belakang keilmuan arsitektur yang dimiliki. Kegiatan diawali dengan proses identifikasi titik-titik potensi fisik desa melalui survei dan observasi langsung di lapangan yang berlangsung selama lima hari, pada 20 hingga 24 Juli 2026. Selanjutnya, peta dasar wilayah diambil dari Google Maps untuk kemudian diolah menjadi peta informasi yang lebih informatif dan mudah dibaca.

Dalam proses pengolahannya, setiap titik potensi diberikan zonasi atau simbol warna berdasarkan kategorinya masing-masing, sehingga jenis potensi yang berbeda dapat dikenali dengan cepat hanya melalui tampilan visual peta. Beberapa titik yang menjadi perhatian khusus antara lain situs bersejarah seperti sumur dan makam, fasilitas pemerintahan seperti Balai Desa, serta sekolah dan fasilitas maupun ruang publik lainnya yang relevan bagi masyarakat.

Hasil pemetaan tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk booklet dan diserahkan langsung kepada perangkat Desa Grajegan pada 12 Agustus 2026, sebagai salah satu bentuk luaran program kerja. Melalui booklet peta potensi ini, diharapkan potensi dan identitas kawasan Desa Grajegan menjadi lebih mudah dikenali, baik oleh warga desa sendiri maupun pihak luar, serta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan dan promosi desa ke depannya.

  • Rachel Najwa Denisa
  • Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!