Mahasiswa KKN Reguler Tim II Undip Dorong Desa Gringgingsari yang Aman, Bersih, dan Berdaya
Batang, 21 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, sejak 8 Juli hingga 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual, pengenalan kebiasaan menabung sejak dini, hingga pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Annisa Aida Larasati dari Program Studi Manajemen. Dalam pelaksanaannya, Annisa turut berkontribusi dalam penyusunan analisis kebutuhan anggaran dan efisiensi biaya program pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini, serta penyusunan leaflet mengenai perhitungan biaya, HPP, dan potensi keuntungan dalam pengelolaan sampah.
Rangkaian kegiatan diawali melalui Multidisiplin 1 pada 26 Juli 2026 dengan tema “Peningkatan Kesadaran dan Perlindungan Masyarakat terhadap Pelecehan dan Kekerasan Seksual guna Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Lingkungan yang Aman, Sehat, serta Berkeadilan”. Kegiatan ini menyasar remaja Desa Gringgingsari sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pelecehan dan kekerasan seksual serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman.
Materi disampaikan melalui PowerPoint, diskusi interaktif, dan studi kasus sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak mengenali berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan seksual, memahami pentingnya menjaga batasan diri dan orang lain, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan merespons tindakan kekerasan.
Kegiatan dibuat secara interaktif agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat menyampaikan pendapat dan berdiskusi mengenai situasi yang mungkin mereka temui di lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, mahasiswa berupaya membuat pembahasan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi, mahasiswa turut menyusun laporan analisis kebutuhan anggaran dan efisiensi biaya program pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Laporan tersebut memuat perkiraan kebutuhan biaya berdasarkan kegiatan yang diperlukan serta gambaran penggunaan anggaran secara efektif dan efisien. Hasil analisis kemudian disampaikan kepada Pemerintah Desa Gringgingsari sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dan prioritas anggaran serta referensi awal dalam perencanaan program.
Kegiatan kemudian berlanjut melalui program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) yang menyasar siswa sekolah dasar. Edukasi bertajuk “Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini” dilaksanakan di SDN Gringgingsari pada 5 Agustus 2026 dan MI Assyafiiyah pada 7 Agustus 2026.
Kegiatan diikuti sekitar 90 siswa kelas 1-6 SDN Gringgingsari dan sekitar 80 siswa kelas 1-6 MI Assyafiiyah. Materi disampaikan menggunakan PowerPoint dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diperkenalkan pada manfaat menabung, pentingnya menyisihkan sebagian uang, serta cara sederhana untuk mulai membangun kebiasaan menabung.
Untuk membuat kegiatan lebih menarik, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka mengenai kebiasaan menabung dan penggunaan uang saku. Pembelajaran kemudian dilengkapi dengan poster “Ayo Menabung” sebagai media sederhana untuk mengingatkan siswa mengenai pentingnya menabung sejak dini.
Pada 11 Agustus 2026, mahasiswa melaksanakan Multidisiplin 2 dengan tema “Mewujudkan Desa Gringgingsari yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R”.
Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk melihat pengelolaan sampah tidak hanya sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang pemanfaatan yang dapat memberikan nilai guna dan nilai ekonomi.
Salah satu hasil dari kegiatan tersebut adalah leaflet “Panduan Perhitungan Biaya, HPP, dan Potensi Keuntungan untuk Eco Enzyme dan Bank Sampah”. Leaflet berisi panduan sederhana mengenai perhitungan biaya produksi, Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, hingga perkiraan keuntungan.
Materi dalam leaflet kemudian dibagikan dan dijelaskan kepada warga agar dapat digunakan sebagai panduan awal dalam memahami nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Dengan mengetahui biaya yang dikeluarkan dan potensi hasil yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat melihat pengelolaan sampah secara lebih terencana.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat Desa Gringgingsari. Remaja mendapatkan ruang untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan dari kekerasan seksual, anak-anak diperkenalkan pada kebiasaan menabung sejak dini, sementara masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah sekaligus potensi nilai ekonominya. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Luthfie Fadhilah, S.P., M.Si.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di masyarakat. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan perhitungan biaya diterapkan dalam penyusunan analisis anggaran serta leaflet HPP, sementara kemampuan komunikasi digunakan dalam kegiatan edukasi bersama anak-anak dan remaja.
Melalui kegiatan yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan masyarakat tersebut, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro berharap hasil yang telah dibuat tidak berhenti ketika program KKN selesai. Materi edukasi, poster, leaflet, dan laporan yang dihasilkan dapat terus dimanfaatkan sebagai bahan pengetahuan dan referensi bagi masyarakat maupun Pemerintah Desa Gringgingsari.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, sekolah, remaja, dan masyarakat, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta turut mendukung terwujudnya Desa Gringgingsari yang lebih aman, bersih, sehat, dan berdaya.
- Annisa Aida Larasati
- Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro
- Setuju








