JATENG.NET, PEKALONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan pengarahan cara melakukan pengemasan produk olahan ikan asap yang baik sehingga bisa awet dan sampai tanpa kerusakan kepada konsumen yang berada di luar daerah.
Desa Mejasem diketahui memiliki potensi ikan asap salah satunya berada di RW 6, Desa Mejasem Kidul. Rumah produksi ikan asap yang berada di RW 6 yang memiliki label nama “Yanto Panggang” merupakan UMKM rumahan yang dimiliki secara pribadi.
Ikan asap “Yanto Panggang” biasanya mengolah ikan segar menjadi ikan asap dalam jumlah yang cukup banyak, satu kali pengasapan dapat lebih dari 10 kilogram ikan segar. Ikan-ikan yang diolah berasal dari tengkulak yang kemudian disimpan di dalam cold storage.
Ikan yang sudah diolah kemudian diantarkan kepada konsumen yang berada di daerah yang sama dengan produsen. Kendala yang berada di UMKM “Yanto Panggang” adalah kurangnya pengetahuan bagaimana cara mengemas olahan ikan asap agar awet dan tidak rusak ketika dikirim ke luar daerah Pekalongan.
Cara pengemasan yang biasa dilakukan oleh pengusaha UMKM adalah menyatukan pesanan olahan jenis-jenis ikan ke dalam keranjang plastik buah dan dibungkus plastik.
Pengemasan yang dilakukan dengan cara tersebut tidak bertahan lama dan mengakibatkan pengusaha UMKM takut untuk mengirimkan produk olahan mereka ke luar daerah yang jauh dari Pekalongan. Ikan asap yang mereka hasilkan juga biasa didistribusikan ke pasar-pasar Pekalongan.
Pengemasan makanan basah, seperti ikan asap, tidak dapat dilakukan sembarangan. Pengemasan makanan basah harus memperhatikan banyak hal diantaranya tekstur dan kondisi makanan tersebut.
Makanan basah harus dikemas menggunakan kemasan yang kedap udara, salah satu caranya adalah menggunakan alat vacum dan plastik yang khusus digunakan untuk alat vacum.
Mesin vacum sealer memiliki prinsip sedot yang bekerja dengan simultan untuk menghisap seluruh udara yang ada di dalam plastik.
Pengemasan ikan asap dengan menggunakan mesin vacuum sealer bertujuan agar udara yang sudah disedot keluar dari plastik tidak kembali masuk ataupun terdapat kebocoran di dalam kemasan.
Pengemasan untuk keluar daerah dapat disempurnakan dengan memasukan plastik berisi olahan ikan yang sudah disedot ke dalam bubblewrap atau kardus sehingga dapat lebih mengamankan produk kepada konsumen.
Program kerja monodisiplin yang dilaksanakan pada Jumat (26/7/24) ini mendapatkan respon yang positif dari pelaku UMKM. Pelaku UMKM mengaku sudah memikirkan cara pengemasan sejak lama namun belum segera menemukan jawabannya sehingga saat terlaksananya program ini beliau sangat merasa terbantu.
Program ini diakhiri dengan ucapan terima kasih yang tidak berhenti yang diucapkan oleh pelaku UMKM, “Wah, betul ini bisa membuat produk olahan menjadi lebih awet. Terima kasih ya sudah dibantu cara melakukan pengemasan untuk ikan asap, bisa mengirim ke beberapa daerah di Indonesia itu salah satu mimpi saya untuk usaha ikan asap ini” ujar pelaku UMKM ketika melihat hasil percobaan mengemas menggunakan alat vacum.
Pelaksanaan program kerja monodisiplin ini diharapkan dapat membantu UMKM Ikan Asap “Yanto Panggang” sehingga dapat berkembang dan menjadi lebih besar daripada yang sebelum-sebelumnya.
Penulis: Dwirini Sabrina Rakaputri – Perikanan Tangkap, 2021
Lokasi KKN: Desa Mejasem, Kabupaten Pekalongan
Dosen Pembimbing Lapangan: Ichlasul Ayyub, SS., M.Si.